Selasa, 18 April 2017

Senam Otak Lansia



Senam tidak hanya untuk tubuh saja, tetapi untuk otak juga. Senam otak juga di lakukan oleh para lansia. Senam otak pada lansia sangat berpengaruh, karena dapat mengurangi demensia atau kepikunan.

Senam otak lansia adalah latihan low impact yang memperhatikan aspek keseimbangan, memori dan koordinasi otak. Senam otak lansia sudah di kembangkan di Indonesia sejak tahun 2000, yang di himpun oleh sekelompok ahli, yaitu ahli saraf dan ahli fisioterapis. Senam otak lansia telah menjadi program yang di ambil kementerian kesehatan RI dan telah di praktekkan oleh puskesmas dan forum komunikasi lansia.

Adapun manfaat senam otak lansia:
Ø  Membantu lansia untuk mencegah kepikunan
Ø  Meningkatkan serta mempertajam daya ingat
Ø  Menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri

Berikut adalah gerakan senam otak lansia:
1.      Gerakan Silang

Cara: kaki dan tangan di gerakkan secara berlawanan. Bisa ke depan, ke samping, maupun ke belakang. Supaya lebih semangat gerakan senam bisa di tambah dengan musik.
Manfaat: merangsang bagian otak yang menerima informasi (receptive) dan bagian yang mengungkapkan informasi (expressive) sehingga memudahkan proses mempelajari hal-hal baru dan meningkatkan daya ingat.

2.      Olengan Pinggul

Cara: duduk di lantai. Posisi tangan di belakang, menumpu di lantai dengan siku di tekuk. Angkat kaki sedikit lalu olengkan pinggul ke kanan dan ke kiri dengan rileks.
Manfaat: mengaktifkan otak untuk kemampuan belajar, meningkatkan kemampuan memperhatikan dan memahami.

3.      Pengisi Energi

Cara: duduk nyaman di kursi, kedua lengan di bawah dan dahi di letakkan di atas meja (menunduk di atas meja). Tangan di tempatkan di depan bahu (tangan kanan di bahu kanan, tangan kiri di bahu kiri), jari-jari menghadap sedikit ke dalam. Ketika menarik napas rasakan napas mengalir ke garis tengah seperti pancuran energi, mengangkat dahi, kemudian tengkuk dan terakhir punggung atas. Diafragma dan dada tetap terbukan dan bahu tetap rileks.
Manfaat: mengembalikkan vitalitas otak setelah serangkain aktivitas yang melelahkan, meningkatkan konsentrasi

4.      Menguap Berenergi

Cara: bukalah mulut seperti hendak menguap, lalu pijatlah otot-otot di sekitar persendian rahang. Lalu menguaplah dengan bersuara untuk melepas otot-otot tersebut.
Manfaat: mengaktifkan otak untuk meningkatkan perhatian dan daya penglihatan, memperbaiki komunikasi lisan dan ekspresi serta meningkatkan kemampuan untuk memilah informasi.

5.      Luncuran Gravitasi

Cara: duduk di kursi, posisi kaki lurus kebawah dan silangkan kaki. Tundukkan badan dengan lengan kedepan bawah (searah kaki). Buang napas ketika badan membungkuk kebawah dan ambil napas ketika badan tegak ke atas. Lakukan dengan posisi kaki berganti-ganti.
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk rasa keseimbangan dan koordinasi, meningkatkan kemampuan mengorganisasi dan meningkatkan energi.

6.      Pompa Betis

Cara:  Lakukan gerakan mendorong dengan tangan bertumpu pada sandaran kursi atas, sambil menekan tumit ke bawah.
Manfaat:  Gerakan ini dikembangkan untuk membawa kesadaran ke arah betis, tempat asal naluri untuk ‘menahan diri’. Orang jadi lebih aktif berpartisipasi dan dapat mengakses kemampuan berbahasa, begitu reflex otak untuk menahan diri dilepaskan.

7.      Mengaktifkan Tangan

Cara: Luruskan satu tangan ke atas di samping telinga. Buang napas perlahan sementara otot-otot diaktifkan dengan cara mendorong tangan ke empat jurusan (depan , belakang, dalam dan luar), sementara tangan lainnya menguatkan dorongan tersebut.

Manfaat:  Mengaktifkan otak agar mampu berbicara ekspresif dan keterampilan berbahasa serta meningkatkan koordinasi mata-tangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar