Senam Otak Lansia
Senam tidak
hanya untuk tubuh saja, tetapi untuk otak juga. Senam otak juga di lakukan oleh
para lansia. Senam otak pada lansia sangat berpengaruh, karena dapat mengurangi
demensia atau kepikunan.
Senam otak
lansia adalah latihan low impact yang memperhatikan aspek keseimbangan, memori
dan koordinasi otak. Senam otak lansia sudah di kembangkan di Indonesia sejak
tahun 2000, yang di himpun oleh sekelompok ahli, yaitu ahli saraf dan ahli
fisioterapis. Senam otak lansia telah menjadi program yang di ambil kementerian
kesehatan RI dan telah di praktekkan oleh puskesmas dan forum komunikasi
lansia.
Adapun manfaat senam otak lansia:
Ø Membantu lansia untuk mencegah
kepikunan
Ø Meningkatkan serta mempertajam daya
ingat
Ø Menyeimbangkan otak kanan dan otak
kiri
Berikut adalah
gerakan senam otak lansia:
1.
Gerakan Silang
Cara: kaki dan tangan di gerakkan secara
berlawanan. Bisa ke depan, ke samping, maupun ke belakang. Supaya lebih
semangat gerakan senam bisa di tambah dengan musik.
Manfaat: merangsang bagian otak yang menerima
informasi (receptive) dan bagian yang mengungkapkan informasi (expressive)
sehingga memudahkan proses mempelajari hal-hal baru dan meningkatkan daya
ingat.
2.
Olengan Pinggul
Cara: duduk di lantai. Posisi tangan di
belakang, menumpu di lantai dengan siku di tekuk. Angkat kaki sedikit lalu
olengkan pinggul ke kanan dan ke kiri dengan rileks.
Manfaat: mengaktifkan otak untuk kemampuan
belajar, meningkatkan kemampuan memperhatikan dan memahami.
3.
Pengisi Energi
Cara: duduk nyaman di kursi, kedua lengan
di bawah dan dahi di letakkan di atas meja (menunduk di atas
meja). Tangan di tempatkan di depan bahu (tangan kanan di bahu kanan, tangan
kiri di bahu kiri), jari-jari menghadap sedikit ke dalam. Ketika menarik napas
rasakan napas mengalir ke garis tengah seperti pancuran energi, mengangkat
dahi, kemudian tengkuk dan terakhir punggung atas. Diafragma dan dada tetap
terbukan dan bahu tetap rileks.
Manfaat: mengembalikkan vitalitas otak setelah
serangkain aktivitas yang melelahkan, meningkatkan konsentrasi
4.
Menguap Berenergi
Cara: bukalah
mulut seperti hendak menguap, lalu pijatlah otot-otot di sekitar persendian
rahang. Lalu menguaplah dengan bersuara untuk melepas otot-otot tersebut.
Manfaat:
mengaktifkan otak untuk meningkatkan perhatian dan daya penglihatan,
memperbaiki komunikasi lisan dan ekspresi serta meningkatkan kemampuan untuk
memilah informasi.
5.
Luncuran Gravitasi
Cara: duduk di kursi, posisi kaki lurus kebawah dan
silangkan kaki. Tundukkan badan dengan lengan kedepan bawah (searah kaki).
Buang napas ketika badan membungkuk kebawah dan ambil napas ketika badan tegak
ke atas. Lakukan dengan posisi kaki berganti-ganti.
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk rasa keseimbangan dan
koordinasi, meningkatkan kemampuan mengorganisasi dan meningkatkan energi.
6.
Pompa Betis
Cara: Lakukan gerakan
mendorong dengan tangan bertumpu pada sandaran kursi atas, sambil menekan tumit
ke bawah.
Manfaat: Gerakan ini
dikembangkan untuk membawa kesadaran ke arah betis, tempat asal naluri untuk
‘menahan diri’. Orang jadi lebih aktif berpartisipasi dan dapat mengakses
kemampuan berbahasa, begitu reflex otak untuk menahan diri dilepaskan.
7.
Mengaktifkan Tangan
Cara: Luruskan satu tangan ke atas di samping telinga.
Buang napas perlahan sementara otot-otot diaktifkan dengan cara mendorong
tangan ke empat jurusan (depan , belakang, dalam dan luar), sementara tangan
lainnya menguatkan dorongan tersebut.
Manfaat: Mengaktifkan
otak agar mampu berbicara ekspresif dan keterampilan berbahasa serta
meningkatkan koordinasi mata-tangan.







